sejarah dan perkembangan klasifikasi secara umum
Kadek ayu sri utami
willasari
Program
studi D3 perpustakaan FISIP Universitas Udayana
ABSTRAK
Tujuan
dari pembuatan paper ini adalah untuk mengetahui sejarah dan perkembangan
klasifikasi secara umum. Klasifikasi menurut KBBI adalah penyusunan bersistem
atau menurut beberapa ataruan atau kaidah yang telah ditetapkan dan klasifikasi
berasal dari kata “classification” dan kata ini berasal dari kata “to classy”
yang berarti menggolongkan dan menempatkan benda-benda di suatu
tempat.klasifikasi secara umum adalah suatu pengelompokan atau penyusunan
secara sistematis sedangkan klasifikasi makhluk hidup merupakan pengelompokan
makhluk hidup berdasarkan ciri yang
dimilikinya. Secara garis besar sejarah dan perkembangan klasifikasi dibagi
menjadi dua yaitu dari segi pembagian kingdom dan dari segi sifatnya.
Kata
kunci : pengertian klasifikasi dan sejarah perkembangan klasifikasi
Latar belakang
Makhluk
hidup yang ada dimuka bumi ini sangat banyak dan beraneka ragam jenis dan
cirinya bhakan ditiap-tiap daerah mmeliki ciri khasnya tersendiri yang tidak
dapat ditemukan didaerah lain, maka dari itu diperlukan klasifikasi sebagai
sistem yan mengatur keanekaragaman yang ada agar lebih mudah untuk mengenal dan
mempelajarinya. Secara harfiah klasifikasi adalah pembagian sesuatu menurut
kelas-kelas dan proses pengelompokan benda berdasarkan ciri-ciri persamaan dan
perbedaan dan secara umum merupakan pengelompokan atau penyusunan secara
sistematis. Klasifikasi makhluk hidup adalah penggolongan/pengelompokan
oraganisme atau makhluk hidup dalam takson melalui pencarian keseragaman dan
keanekaragaman. Para ahli khususnya ahli biologi telah membuat cabang khusus
mengenai klasifikasi yang disebut taksonomi. Taksonomi sendiri ialah ilmu yang
mempelajari tentang identifikasi tatanama atau berdasarkan aturan tertentu.
Klasifikasi makhluk hidup menggunakan kriteria tertentu yaitu persamaan ciri
atau sifat fisiologi, anatomi dan morfologi yang mana kriteria tersebut
terdapat pada makhluk hidup. Sistem klasifikasi ini bertujuan untuk mempermudah
dalam pembelajaran atau penegenalan terhadap makhluk hidup serta agar lebih mudah
untuk mengkomunikasikanya atau menyebutkannya kepada orang lain. Klasifikasi
bertujuan untuk menyederhanakan objek studi yaitu mencari perbedaan dan
persamaan. Perbedaan dan persamaan itulah yang nantinya akan menjadi
pengklasifikasian jadi suatu unit yang mempunyai sejumlah kesamaan-kesamaan
sifat. Semakin rendah tingkatan suatu unit atau takson maka persamaan individu
dalam takson itu semakin dekat keakrabannya. Dari istilah-istilah individu maka
dapat dibentuk urutan takson dari yang terbesar ke terkecil.
Pengertian
klasifikasi
Menurut
ilmu pengetahuan klasifikasi adalah proses pengelompokan benda berdasarkan
ciri-ciri persamaan dan perbedaan. Klasifikasi merupakan kata serapan dari
bahasa Belanda “classificatie” yang
berasal dari prancis “classification”.
Istilah ini menunjuk kepada suatu metode untuk menyusun data secara sistematis
atau menurut beberapa atauran atau kaidah yang telah ditetapkan. Ada beberapa
pengertian mengenai klasifikasi, menurut KBBI klasifikasi adalah penyusunan
bersistem dalam kelompok atau golongan menurut kaidah atau standar yang telah
ditetapkan. Harrolds Librarians Glossarymenyebutkan bahwa klasifikasi adalah
pengelompokan benda secara logis menurut ciri-ciri kesamaannya. Menurut
Sulistyo Basuki, klasifikasi adalah proses pengelompokan/pengumpulan benda atau
entitas yang sama, serta memisahkan benda atas entitas yang tidak sama.
Dalam pengertian secara umum bahwa
klasifikasi ialah suatu kegiatan yang mengelompokan benda yang memiliki
beberapa ciri yang sama dan memisahkan benda yang tidak sama. Dalam
kaitannya di dunia perpustkaan
klasifikasi diartikan sebagai pengelompokam bahan pustaka berdasarkan ciri-ciri
yang sama, misalnya pengarang, fisik, isi dan sebagainya. Sedangakan para ahli
biologi menggunakan suatu sistem klasifikasi untuk mengelompokan tumbuhan
ataupun hewan yang memiliki persamaan struktur. Kemudian setiap kelompok
tumbuhan atau hewan tersebut dipasang-pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau
hewan lainnya yang memiliki persamaan dalam kategori lain. Klasifikasi modern
berakar pada sistem Carolus Linnaeus, yang mengelompokan spesies menurut
kesamaan sifat fisik yang dimiliki. Untuk mengenali dan mempelajari makhluk
hidup secara keseluruhan tidak mudah maka dari itu dibuatlah klasifikasi
sebagai pengelompokam makhluk hidup.
Manfaat dan tujuan
klasifikasi
Manfaat
klasifikasi :
·
Memudahkan
kita dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam.
·
Mengetahui
hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan yang lain, semakin banyak
persamaannya(satu golongan dengan golongan lain), artinya kedua golongan
tersebut memiliki hubungan kekerabatan semakin dekat.
·
Adanya
klasifikasi dapat mempermudah untuk mengetahui urutan proses
evolusi/perkembangan suatu makhluk hidup.
Tujuan
dari klasifikasi :
·
Memberi
nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya atau belum memiliki nama serta
mempermudah mengenali makhluk hidup.
·
Mengetahui
hubungan kekerabatan makhluk hidup.
·
Mengelompokan
makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki.
·
Mengetahui
ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup
dari jenis lain.
·
Membandingkan
dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan
perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.
Macam-macam
klasifikasi makhluk hidup
Ada
bermacam sistem klasifikasi makhluk hidup. Sistem klasifikasi ini berkembang
mulai dari yang sederhana hingga berdasar sistem yang lebih modern.
Ø Sistem artifisial/buatan
Sitstem
yang mengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri yang ditetapkan
oleh peneliti sendiri, misalnya, ukuran, bentuk, dan habitat makhluk hidup.
Penganut sistem ini diantaranya Aristoteles dan Theophratus (370 M )
Ø Sistem natural/ alami
Sistem
yang mengelompokan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri struktur tubuh eksternal
(morfologi) dan struktur internal (anatomi) secara ilmiah. Penganut sistem ini,
diantaranya Carolus Linnaeus (abad ke 18). Linnaeus berpendapat bahwa setiap
tipe makhluk hidup mempunyai bentuk yang berbeda. Oleh karena itu, jika
sejumlah makhluk hidup memiliki sejumlah ciri yang sama, berarti makhluk hidup
tersebut sama spesienya. Denga cara ini, Linaeus dapat mengenal 10.000 jenis
tanaman dan 4.000 jenis hewan.
Ø Sistem modern (
filogenetik)
Sistem
klasifikasi makhluk hidup berdasarkan pada hubungan kekerabatan secara
evolusioner. Beberapa parameter yang digunakan dalam klasifikasi ini adalah
sebagai berikut:
Persamaan
struktur tubuh dapat diketahui secara eksternal dan internal menggunakan
biokimia perbandingan. Misalnya, hewan limulus polyphemus, dahulu dimaksukan
kedalam golongan rajungan (crab) Karena bentuknya seperti ranjungan, tetapi
setelah dianalisis darahnya secara biokimia terbukti bahwa hewan ini lebih
dekat dengan laba-laba (spider). Berdasarkan bukti ini, limulus dimasukan ke
dalam golongan laba-laba. Berdsarkan genetika modern. Gen dipergunakan juga
untuk melakukan klasifikasi makhluk hidup. Adanya persamaan gen menunjukkan
adanya kekerabatan.
Sejarah dan
perkembangan klasifikasi makhluk hidup
Sejarah
perkembangan klasifikasi atau taksonomi mengalami beberapa fase yang
masing-masingnya mempunyai dasar dan warna tersendiri.
1.
Pada
zaman sebelum Aristoteles, taksonomi ini belum tertulis sehingga di
komunikasikan secara lisan saja. Dasar yang digunakan untuk klasifikasi adalah
hasil observasi dan kegunaan dari objek, umpamanya hewan berbahaya dengan hewan
tidak berbahaya, hewan yang berguna, tumbuhan, obat-obatan, tumbuhan pangan dan
lain sebagainya.
2.
Zaman
aristoteles, pada zaman ini telah dimulai berupa ilmu, sudah muncul karya tulis
tentang hewan dan tumbuhan, mempunyai dasar yang mantap. Tetapi belum
teroganisir, sehingga muncul suatu organisme sejenis dengan bermacam-macam
nama(sebutan)dan jenis yang sama mempunyai nama berbeda.
3.
Pada
abad ke 17 John Ray, seorang ahli bangsa Inggris mulai mengembangkan sistem
yang agak mantap, lebih dapat dipercaya kebenarannya karena sudah mempunyai
dasar pengertian jenis (spesies). Jenis adalah kelompok individu yang serupa,
mempunyai nenek moyang yang sama, suatu jenis tidak dihasilkan oleh jenis yang
lain, organisme memperlihatkan perbedaan yang kecil dapat dimasukan kedalam
suatu jenis yang berasal dari nenek moyang yang sama.
4.
Pada
abad ke 18 carolus Linneaus, seorang ahli bangsa Swedia mengemangkan sistem
klasifikasi John Ray. Menurut Linneaus yang dimaksudkan dengan spesies adalah
sekelompok organisme yang mempunyai bentuk tubuh, susunan alat gerak dan
susunan alat dalam yang sama, suatu spesies tidak akan pernah mengalami
perubahan.
5.
Setelah
munculnya teori evolusi, maka klasifikasi dilakukan tidak hanya berdasarkan
persamaan strukturnya saja, tetapi juga berdasarkan atas asumsi bagaimana suatu
bentuk kehidupan itu berasal atau berevolusi dari bentuk kehidupan yang lain.
Didalam teori evolusi sebenarnya telah termaktub suatu gagasan bahwa oragisme
yang mempunyai struktur yang sama mempunyai hubungan kekerabatan yang erat.
Jadi persmaan struktur tetap dipergunakan sebagai dasar pengelompokan.
Perbedaanya adalah sekarang ini orang menginterprestasikan persamaan tersebut
berdasarkan teori evolusi. Klasifikasi yang memasukan teori evolusi ini disebut
klasifikasi filogeni.
Aristoteles adalah seorang filsuf yunani yang
menjadi tokoh pertama yang dapat dianggap sebagai orang pertama kali
mengelomppkan makhluk hidup secara sistematis pada tahun 384-322. Aristoteles
membagi makhluk hidup menjadi tumbuhan, hewan, dan manusia. Makhluk hidup yang
dimasukkan ke dalam kelompok tumbuhan adalah makhluk hidup yang memiliki jiwa
vegetative yang menguasi kegiatan makan dan berkembang biak. Makhluk hidup yang
dimasukanke dalam kelompok hewan adalah makhluk hidup yang selain memiliki
vegetatif juga memiliki jiwa hewan yang mengatur pergerakkan. Makhluk hidup
yang dimasukan ke dalam kelompok manusia adalah makhluk hidup yang selain
memiliki vegetatif dan hewan juga memiliki rasional yang mengatur intektual
atau akal budi.
Klasifikasi makhluk hidup secara sederhana
dapat dilakukan berdasarkan jenis makananya. Berdasarkan jenis makanannya hewan
dapat dikelompokan menjadi karnivora, herbivora, omnivore. Karnivora adalah
hewan pemakan daging, misalnya kucing, singa, buaya, komodo, dan lain-lain.
Herbivora adalah hewan pemakan tumbuhan, misalnya kijang, rusa, kelinci, sapi
dan lain-lain. Omnivore adalah hewan pemakan tumbuhan dan daging, misalnya
ayam, tikus, orang utan, gorilla dan lain-lain.
Berdasarkan habitatnya, tumbuhan dapat
dikelompokan menjadi hidrofit, xerofit, dan higrofit. Xerofit adalah tumbuhan
yang hidup dilingkungan kering, contohnya kaktus. Hidrofit adalah tumbuhan yanh
hidup di lingkungan berair, misalnya teratai dan eceng gondok. Higrofit adalah
tumbuhan yang hidup di lingkungan yang sangat lembab, misalnya tumbuhan paku
dan lumut. Tumbuhan dapat dikelompokan berdasarkan manfaatnya menjadi kelompok
tumbuhan dan obat-obatan, sandang dan pangan.
Klasifikasi Diktom
dan kata kunci Determinasi
Meskipun
Aristoteles merupakan ahli pertama yang melakukan klasifikasi mahkluk hidup
secara sistematis, yang mendapat julukan bapak taksonomi adalah seorang dokter
dan ahli botani berkebangsaan Swedia bernama Karl Von Linne (1707-1778) yang
dilatinkan menjadi Carolus Linnaeus. Kelebihan Carolus Linnaeus dibandingkan
para ahli sebelumnya adalah karena ia memperhatikan urutan ( tingkatan)
kelompok mahkluk hidup yang disebut takson.
Pada tahun 1809 sampai tahun 1882,
carles Darwin memberikan sumbangan dengan mengemukakan teori evolusi. Dengan
begini carles Darwin juga menyumbang taksonomi atas teori evolusinya.
Klasifikasi sistem filogenik juga disusun berdasarkan persamaan fungsi
organ/alat tubuh, tingkah laku yang dapat diamti fenotipe (sifat yang trlibat
dari luar atau sifat yang dapat diindra), dan pewarisan sifat-sifat keturunan.
Sistem klasifikasi pertama kali
adalah sistem klasifikasi 2 kingdom. Dalam klasifikasi 2 kingdim, makhluk hidup
digolongkan menjadi kingdom plantae (tumbuhan) dan Animalia (hewan). Dalam
perkembangan selanjutnya diketahui bahwa jamur yang semula dimasukkan ke dalam
kingdom plantea, ternyata tidak mampu melakukan fotosintesis. Muncullah sistem
klasifikasi berdasarkan cara memperoleh nutrisi ( makanan). Dalam sistem ini,
makhluk hidup dibedakan menjadi 3 kingdom, yaitu kingdom plantea (tumbuhan),
kingdom Animalia (Hewan), kingdom fungi.
Perkembangan ilmu biologi
membuktikan bahwa termyata ada makhluk hidup yang initi selnya tidak mempunyai
membrane inti sehingga materi inti tersebar di seluruh sitolasma. Sel demikian
disebut sel eukariotik. Timbullah klasifiskasi sistem empat kingdom, meliputi
kingdom monera yang beranggotakan makhluk hidup yang bersifat prokariotik serta
kingdom fungi, plantae, dan Animalia yang beranggotakan makhluk hidup yang
bersifat eukariotik.
Pada tahun 1969, Robert H.Whittaker
memperkenalkan klasifikasi lima kingdom dengan mempertimbangkan tingkat makhluk
hidup, sel, dan jenis nutrisinya. Sistem klasifikasi inilah yang sekarang
banyak digunakan. Kelima kingdom tersebut ialah :
·
Monera
: organisme bersifat prokariotik,
terdiri atas bakteri dan ganggang hijau-biru
·
Fungi : organisme eukariotik bersel banyak dan
menguraikan makanannya serta
penyerapannya.
·
Plantae :
organisme eukariotik bersel banyak dan dapat melakukan fotosintesis,
meliputi Bryophyta ( tumbuhan lumut), pteridophyta (tumbuhan paku) dan
Spermatophyta ( tumbuhan biji)
·
Protista :
organisme eukariotik bersel tunggal, meliputi protozoa dan ganggang.
·
Animalia: organisme eukariotik bersel banyak yang
bersifat heterotof, antara lain porifera (hewan berpori), Coelenterata (hewan
berongga), vermes (cacing),Mollusca (hewan bertubuh lunak), dan Echinodermat (
hewan berkulit duri)
Langkah-langkah
klasifikasi makhluk hidup adalah sebagai berikut :
·
Mengidentifikasi
objek berdasarkan ciri-ciri struktur tubuh makhluk hidup, misalnya, hewan atau
tumbuhan yang sama jenis atau spesiesnya
·
Setelah
kelompok spesies terbentuk, dapat dibentuk kelompok-kelompok lain dari urutan
tingkatan klasifikasi sebagai berikut:
1.
Dua
atau lebih spesies dengan ciri-ciri tertentu dikelompokan untuk membentuk
takson genus.
2.
Beberapa
genus yang memiliki ciri-ciri tertentu dikelompokan untuk membentuk takson
family.
3.
Beberapa
family dengan ciri tertentu dikelompokan untuk membentuk takson kelas.
4.
Beberapa
kelas dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk taksonfilium (untuk
hewan) atau division (untuk tumbuhan)
Dengan
cara tersebutlah terbentuk urutan hierarki atau tingkatan klasifikasi makhluk
hidup. Urutan klasifikasi dari tingkatan yang terbesar hingga terkecil adalah
sebagai berikut:
1.
Kingdom
(kerajaan)
2.
Division
atau filum
3.
Kelas
(classis)
4.
Ordo
(bangsa)
5.
Famili
( suku)
6.
Genus
(marga)
7.
Spesies
( jenis)
Mengingat
keperluannya, kadang-kadang pada klasifikasi makhluk hidup di antara dua
tingkatan terdapat sub-sub, seperti subkingdom, subfilim, subordo, dan
subspecies. Demikian pula dibawah kelompok spesies masih ditempatkan kelompok
varietas terdapat strain. Semakin ke atas urutan tingkatan klasifikasi,
hubungan kekerabatan makhluk hidup semakin jauh, sedangkan ke bawah hubungan
kekerabatnya semakin dekat.
Klasifikasi makhluk
hidup berdasarkan pembagian kingdom
I.
Sistem klasifikasi 2
kingdom
Aristoteles
(400 SM- 1800an) membagi makhluk hidup menjadi 2 dunia yaitu berdasarkan
1.
Regnum
vegetabile (kerajaan tumbuhan)
2.
Regnum
Animalia (keran hewan )
II.
Sistem klasifikasi 3
kingdom
E. Haeckel( 1866)
mengusulakan sistem klasifikasi makhluk hidup atas 3 dunia berdasarkan kenampakan
morfologi ( mikroskopis) dan fisiologi, yaitu :
1.
Prostista
( bersel tunggal )
2.
Animalia
(hewan)
3.
Plantae
( tumbuhan)
Pada
tahun 1937 Chatton membagi makhluk hidup dalam dua kelompok besar berdasarkan
struktur organisasi internal sel :
·
Prokariotik
: tidak memiliki organela/dauble negative
·
Eukariotik
: memiliki organela/double positif
III.
Sistem empat kingdom
Copeland (1938)
mencetuskan sistem empat kingdom terdiri atas kingdom yaitu :
·
Monera
(prokaryote, organisme bersel satu tanpa inti sel) contoh bakteria dan algae
biru-hijau
·
Fungi/Protista
(Eukaryote, organisme bersel satu dengan inti sel)
·
Plantea
(tumbuhan)
·
Animalia
( hewan)
Kingdom
monera terdiri atas bakteri dan ganggang hijau-biru. Kingdom fungi dipisahkan
dari plantae karena tidak mempunyai klorofil walupun sama-sama mempunyai
dinding sel.
IV.
Sistem 5 kingdom
Robert H.Whittaker
(1969) mencetuskan sistem 5 dunia berdasarkan struktur organisasi internal sel,
struktur organisasi sel dan tipe nutrisi sel :
1.
Monera
2.
Protista
3.
Fungi
4.
Animalia
5.
Plantae
V.
Sistem 3 domain
Berkembangnya biologi
molecular, Carl Woese (1978) membagi makhluk menjadi 3 domain hasil dari
analisis urutan RNA sub unit kecil, yaitu : bacteria, Archaea, dan Eukarya.
VI.
Sistem klasifikasi 6
kingdom
Carolt J. Bult et al.
(1969) menguji hipotesis C. Woose dengan hasil yaitu kemiripan antara domain
arkhae dan domain Bacteria hanya ≤ 50%. Selanjutnya, para pakar biologi sepakat
telah menggunakan 3 domain dan 6 dunia, yaitu :
1.
Bacteria
2.
Archaea
3.
Fungi
4.
Protista
5.
Animalia
6.
Plantae
Kesimpulan
berdasarkan
dari pembahasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa klasifikasi makhluk hidup
adalah peneglompokan makhluk hidup yang mempunyai ciri dan sifat yang sama.
Proses klasifikasi makhluk hidup yang yaitu pencandraan (identifikasi),
pengelompokan dan pemberian nama takson. Hirarki taksonomi adalah tingkatan
pembagian-pembagian yaitu identifikasi, pemberian nama dan penggolongan atau
klasifikasi. Adapun tujuan klasifikasi makhluk hidup yaitu untuk mengelompokan
makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki, mengetahui
ciri-ciri untuk mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup dapat dibedakan
menjadi 2 yaitu berdasarkan dari segi sifatnya dan dari segi pembagian
kingdomnya.
Daftar pustaka
Tentorku.
(2015). Sejarah dan definisi taksonomi. Diakses
10 febuari 2017 http://www.tentorku.com/taksonomi-definisi-dan-sejarah-awal/
Andri.
(2012). Sejarah perkembangan klasifikasi makhluk
hidup. Diakses November 2012 http://scienceandri.blogspot.co.id/2012/11/sejarah-perkembangan-klasifikasi.html?m=1
Hartono,Juni.
(2015). Klasifikasi 5 kingdom, 6
kingdom,2 kingdom, 3 kingdom, 4 kingdom (klasifikasi kingdom). Diakses 12
Febuari 2017 http://www.biomagz.com/2015/11/klasifikasi-5-kingdom-6-kingdom-2.html
Biologi
media center. (2017). Macam klasifikasi
makhluk hidup. Diakses 11 Febuari 2017 http://biologimediacenter.com/macam-klasifikasi-makhluk-hidup/
Komentar
Posting Komentar